Monica Elshaday Putri, Grifin Silele, Melany Dina Elishabet Sinaga, Mini Sarika. S, Sanda
25212018@sttbi.ac.id, 25212043@sttbi.ac.id, 25212049@sttbi.ac.id, 25212017@sttbi.ac.id, 25212027@sttbi.ac.id
Program Studi Pendidikan Agama Kristen
Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia
PENDAHULUAN
Penyusunan soal dalam Pendidikan Agama Kristen sangat penting karena tidak hanya untuk mengukur pemahaman peserta didik. Penyusunan soal memiliki tujuan untuk menilai pertumbuhan iman dan penerapan nilai-nilai Kristen. Namun, pada praktiknya di lapangan, penyusunan soal sering kali belum terstruktur, kurang bervariasi, dan masih berfokus pada kemampuan berpikir tingkat rendah. Penyusunan soal memerlukan langkah-langkah yang teratur, seperti analisis kurikulum, penyusunan kisi-kisi, serta pemilihan bahasa dan materi yang tepat. Soal yang disusun dapat menjadi alat penilaian yang efektif dan mampu mengukur peserta didik secara menyeluruh, baik pengetahuan, sikap, maupun keterampilan, sehingga mendukung pertumbuhan iman secara menyeluruh.
PENGERTIAN PENYUSUNAN SOAL
Penyusunan soal merupakan proses merancang, menciptakan dan menyusun tes atau soal untuk mengukur pencapaian peserta didik. Penyusunan soal Pendidikan Agama Kristen merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengevaluasi peserta didik. Melalui hal ini pendidik akan menilai pencapaian peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran, materi Alkitab, perkembangannya, menilai secara menyeluruh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
PRINSIP MEMBUAT SOAL HOTS (HIGH ORDER THINKING SKILLS)
Menurut (Mau, 2025) HOTS merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi karena mencakup proses kognitif yang lebih kompleks, seperti menganalisis, menilai, dan mencipta, bukan hanya sekadar mengingat atau menghafal informasi.
HOTS diklasifikasikan menjadi enam level yakni mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Berikut prinsip-prinsip dalam membuat soal HOTS:
1.Berorientasi Pada Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi
2.Berbasis Pada Pemahaman yang Mendalam
3.Bersifat Kontekstual dan Relevan dengan Kehidupan Nyata
4.Menggunakan Stimulus yang Menantang
5.Mendorong Kemampuan Analisis, Evaluasi, dan Refleksi
6.Bersifat Terbuka dan Memberi Ruang Beragam Jawaban
7.Mengintegrasikan Aspek Nilai dan Pembentukan Karakter
8.Selaras dengan Tujuan dan Strategi Pembelajaran
JENIS-JENIS SOAL PAK
1.Soal Pilihan Ganda
Soal dengan beberapa pilihan jawaban, dipilih satu yang benar.
2.Soal Isian Singkat
Soal mengisi bagian yang kosong dengan jawaban tepat.
3.Soal Benar atau Salah
Menentukan pernyataan benar atau salah.
4.Soal Uraian
Menjawab dengan penjelasan sendiri.
5.Soal Reflektif
Menghubungkan firman Tuhan dengan kehidupan.
6.Soal Studi Kasus
Menjawab masalah berdasarkan ajaran Kristen.
7.Soal HOTS
Kemampuan yang membuat berpikir tingkat tinggi
8.Soal Hafalan Ayat
Melengkapi atau menyebutkan ayat Alkitab.
CONTOH PENYUSUNAN SOAL PAK
Menurut (Delviero, 2025) terdapat beberapa contoh yang dapat digunakan dalam penyusunan soal Pendidikan Agama Kristen:
Soal Pilihan Ganda Berbasis HOTS (Analisis & Evaluasi)
1.Dalam konteks mandat budaya pada Kejadian 1:28, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) harus dipandang sebagai alat. Analisis manakah yang paling tepat menggambarkan tujuan “menaklukkan dan menguasai” bumi dalam perspektif iman Kristen modern?
A.Manusia berhak mengeksploitasi sumber daya alam sebanyak-banyaknya untuk kenyamanan hidup.
B.Manusia bertindak sebagai pengelola (penatalayan) yang bertanggung jawab untuk melestarikan ciptaan.
C.Teknologi harus difokuskan untuk menjadikan manusia penguasa tunggal yang tidak bergantung pada alam.
D.Perintah tersebut hanya berlaku pada zaman purba, tidak relevan dengan teknologi digital saat ini.
E.Menguasai berarti mengubah seluruh ekosistem alam menjadi kawasan perkotaan yang maju.
Kunci Jawaban: B
2.Saat ini, AI (Artificial Intelligence) dan rekayasa genetika berkembang pesat. Namun, seringkali teknologi tersebut digunakan untuk tujuan egois, seperti menciptakan senjata pemusnah atau merusak ekosistem. Berdasarkan Kejadian 1:28, evaluasi yang paling tepat atas situasi tersebut adalah…
A.Teknologi tersebut menyimpang karena “menaklukkan” seharusnya berarti merusak, bukan membangun.
B.Teknologi itu ketaatan, karena manusia berhasil menguasai makhluk lain melalui rekayasa genetik.
C.Teknologi tersebut menyimpang jika tujuannya melampaui batas hikmat Allah dan merusak tatanan ciptaan-Nya.
D.Teknologi tersebut ketaatan, karena Tuhan memerintahkan manusia untuk menjadi pintar.
E.Teknologi tidak ada hubungannya dengan iman, sehingga etika tidak diperlukan.
Kunci Jawaban: C
Evaluasi (Studi Kasus HOTS)
Berdasarkan Kejadian 1:28, manusia diminta menguasai bumi. Namun, saat ini bumi darurat sampah plastik hasil teknologi manusia. Di sisi lain, beberapa ilmuwan Kristen mengembangkan bio-plastik dari singkong yang bisa terurai, sebagai bentuk tanggung jawab memelihara bumi.
Pertanyaan:
1.Analisislah perbedaan antara pandangan “menaklukkan” yang salah (egoistis) dan yang benar (bertanggung jawab) berdasarkan kasus di atas!
2.Apakah penggunaan teknologi AI untuk efisiensi energi di kota-kota besar sudah mencerminkan iman kepada Tuhan? Berikan alasanmu!
Refleksi Iman
“Jika kamu adalah seorang ilmuwan atau pencipta teknologi di masa depan, langkah konkret apa yang akan kamu lakukan untuk memastikan karyamu merupakan bentuk ketaatan terhadap Kejadian 1:28, bukan justru merusak ciptaan Allah? Tuliskan dalam bentuk komitmen pribadi (50-100 kata).”
PENUTUP
Penyusunan soal Pendidikan Agama Kristen (PAK) tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran yang bertujuan membentuk pemahaman, sikap, dan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Kristiani. Melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun kisi-kisi, hingga membuat dan menelaah soal. Pendidik diharapkan dapat menghasilkan alat evaluasi yang berkualitas. Soal yang baik tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta didik untuk berpikir kritis yang bisa dilakukan dengan membuat soal HOTS, merefleksikan iman, serta menerapkan nilai-nilai Kristen dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Delviero. (2025). Reinterpretasi Teks Kejadian 1:28-30 dari Perspektif Bioreginalisme dan Implikasinya bagi Krisis Ekologi. Pentingnya Rasa Malu, 4(2), 150–169. https://doi.org/10.59002/jtp.v4i2.110
Mau, M. (2025). Integrasi Keterampilan Berpikir Tingkat Rendah ( LOTS ) dan Tinggi (HOTS) dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. November.
