Mengenal Kepribadian Siswa

Artikel Pengantar Sistem Literasi Digital

“Mengenal Kepribadian Siswa ( SD, SMP, SMA)”

Anggota:

  • Yemima Salom Imanuel Lase ( 25212037)
  • Yesti Waruwu (25212038)
  • Nive Sermael (25212020)
  • Samuel Elijah Latuheru (25212026)
  • Yusfan Kalikit Kuromoki ( 25212039)

BAB I

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Kepribadian Siswa

    Kepribadian (personality) adalah karakteristik sebagai kombinasi antara sifat manusia dan penampilan fisik seseorang. Kepribadian berkaitan dengan perilaku seseorang yang berinterkasi dengan lingkungan. Kepribadian merupakan satu kumpulan yang terdiri dari beberapa sikap dan karakteristik masing-masing yang dapat membedakannya dari orang lain. “ persepsi dan kepribadian”.

         Kepribadian merupakan ciri-ciri yang diperlihatkan seseorang secara lahir,konsisten dalam berperilaku. Terbentuknya kepribadian seseorang dipengaruhi oleh beberapa  faktor yang dimiliki setiap orang masisng-masing yaitu dari keluarga, sosial, kebudayaan dan bawaan dari diri sendiri. Dalam dunia pendidikan banyak ditemukan oleh Guru dalam proses belajar dan mengajar siswa yang sulit dalam mengerti materi dengan baik.

Ada beberapa kepribadian siswa menurut tingkatan sekolah:

  1. Kepribadian Siswa di Sekolah Dasar (SD)

   Menurut (Ciherang et al., 2025), perkembangan kepribadian pada siswa sekolah dasar adalah fondasi dalam pembentukan karakter, pola pikir, serta perilaku sosial yang berkelanjutan sampai masa remaja dan dewasa. Pada masa ini, anak akan menunjukkan kepribadian yang belum mampu mengatur emosi dan berinteraksi dengan yang lain. Kepribadian pada siswa sekolah dasar memberikan oleh pendidik dan orang tua dalam memberikan pendekatan sesuai dengan kebutuhan yang dapat mendukung pendidikan yang lebih teratur.

 Kepribadian yang memiliki hubungan dengan motivasi, disiplin dan pola iinteraski anak kepada lingkungan. Kepribadian dapat bukan hanya dilihat sebagai pelengkap tetapi memiliki pengaruh terhadap pembelajaran yang disekolah. Siswa sd memiliki kepribadian yang bagus dimana siswa sd mempunyai  sifat yang ramah, suka membantu dan memiliki rasa ingin menolong kepada sesama. Lingkungan sosial yang kuat dan kebersamaam membuat siswa sd memiliki karakter yang baik. Namun siswa yang memiliki karakter yang baik bisa cenderung mengikuti perilaku teman sebaya dan disini siswa memliki kemampuan dalam mengambil suatu keputusan.

  • Kepribadian siswa di Sekolah Menengah Pertama ( SMP)

    Kepribadian siswa SMP sudah masuk kedalam tahap perkembangan remaja awal yaitu masa perlahian anak-anak menuju dewasa. Pada fase ini siswa SMP cenderung memiliki emosi yang belum stabil adanya perubahan suasana hati, sensitive dan merasa ingin dimengerti sepenuhnya. Siswa SMP akan menjadikan teman sebaya sebagai bagian dari kehidupan mereka dan sering terpengaruh dari lingkungan pertemanan. Kemampuan berpikir yang sudah mulai berkembang dan berani mengemukakan pendapat. Siswa SMP yang sudah mengerti nilai benar dan salah, sudah mencari minat untuk mencari jati diri.

 Siswa SMP memiliki kepribadian dan karakteristik bagi setiap orang. Salah satunya adalah siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert dan introvert yang bisa dapat dilihat dari cara komunikasi dan interaksi dengan setiap individu. Siswa yang memiliki kepribadian ekstrovert akan lebih terbuka dalam memberikan pendapat dan memilih untuk ikut bergabung dalam suatu kelompok. Siswa yang memiliki kepribadian introvert akan cenderung terhadap tidak menyuarakan pendapat, menyendiri dan ada keraguan dalam diri.

Perbedaan akan memberikan sedikit perubahan dari cara belajar dan kemampuan dalam memberikan pengajaran.  Berbeda kepribadian dari cara belajar maka akan berbeda dari cara berpikir. Dengan demikian Pendidik akan memberikan pengajaran yang terbaik  dalam memberikan kenyamanan dalam proses pembelajaran sampai siswa akan dapat mengikuti dengan baik dari kemampuan yang dimiliki siswa.

  • Kepribadian Siswa Sekolah Menengah Atas ( SMA)

    Kepribadian siswa SMA  adalah fase menuju dewasa yang akan lebih menunjukkan kepribadian dengan lebih jelas dibanding dengan masa SMP. Pada masa ini sudah memiliki kemampuan dalam mengendalikan emosi. Pada masa ini juga siswa SMA akan cenderung memiliki hubungan dengan teman yang penting dan sudah bisa mengerti dalam memilih pergaulan. Siswa juga sudah mulai mencari hubungan yang mendukung dalam kehidupannya. Hubungan dengan orang tua juga membuat siswa mengalami perubahan yang menginginkan kepercayaan dan kebebasan serta membutuhkan saran atau arahan. Kemampuan berpikir juga yang sudah lebih kompleks, menganalisis masalah dan memberikan sudut pandang yang serius. Siswa yang sudah memiliki prinsip dan membangun keyakinan pribadi yang dipengaruhi oleh pendidikan dan lingkungan.

      Siswa SMA memiliki kemampuan sebagai seorang pelajar yang dituntut untuk menjadi seoraang siswa yang harus memenuhi tuntutan dan mengerjakan tugas-tugas secara cepat. Siswa SMA sekarang cenderung dalam menunda-nunda tugas. Siswa yang memiliki sifat seperti itu merupakan kepribadian yang di definisikan sebagai karakteristik seseoraang yang memiliki tipe kepribadian masing-masing namun bisa menjadi pola perilaku yang bersifat konsisten dari perasaan, pikiran dan perilaku. Kepribadian yang dimiliki siswa tersebut bisa terjadi perubahan pada setiap orang tetapi pada permukaan saja tidak sampai terjadi perubahan karakter setiap individu.

  • Karakteristik Kepribadian Siswa           

    Karakteristik kepribadian siswa merupakan pola sikap, perilaku  dan cara berpikir yang membentuk diri mereka dalam proses belajar dan interaksi dengan lingkungan sosial. Secara umum karakteristik kepribadian siswa dilihat dari bagaimana siswa mengelola perasaan yang mampu mengendalikan diri, siswa yang berinteraksi dengan orang lain yang dapat dilihat dari menghargai, mengasihi dan cara komunikasi dengan baik. Siswa juga yang memiliki nilai moral dari kepribadian yang baik dan tanggung jawab bahkan siswa yang mampu mengambil keputusan dan memiliki rasa percaya diri di depan banyak orang dan sudah mencoba hal-hal yang baru untuk mencari jati diri. Kepribadian siswa berkembang sebagai individu dan dipengaruhi dari lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan sekitar.

  1. Karakteristik Kepribadian Siswa SD

     Karakteristik kepribadian siswa SD berada pada fase awal merupakan awal perkembangan yang masih labil dan terus berubah. Pada tahap ini, karakter siswa belum terbentuk secara khusus, sehingga mudah dipegaruhi dan bergantung pada lingkungan sekitar. Proses pembentukan mencari jati diri ini dapat dilihat dari interkasi dengan keluarga, guru, teman yang menjadi sumber utama dengan pemeblajara nilai, sikap dan perilaku. Siswa SD mengalami perkembangan pesat dari berbagai bentuk emosional, sosial dan moral. Mereka yang mulai mengenali diri sendiri, mengerti perasaan dan menyesuaikan diri dari aturan yang di lakukan di rumah maupun sekolah.

    Menurut  (Septianti, 2020)Dalam Pembelajaran Karakteristik  peserta didik sangat penting bagi peserta didik karena menjadi bahan dalam membuat materi untuk mengjarkan siswa dengan menggunakan metode pengajaran yang menarik. Karakteristik siswa dapat dilihat dari proses dan hasil belajar yang dilakukan seperti kecerdasan, kemampuan awal, gaya kognitif, gaya belajar, motivasi dan faktor sosial budaya. Informasi tentang tingkat pembelajaran perkembangan siswa yang diperlukan sebagai patokan dalam memilih komponen- komponen dalam pembelajaran, seperti tujuan pembelajaran, materi, media, startegi pembelajaran dan evaluasi.

  • Karakterisktik Kepribadian Siswa SMP

       Kepribadian siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada pada fase remaja awal yang ditandai oleh perubahan cepat dan menyeluruh. Pada tahap ini, mereka sedang beralih dari pola pikir dan perilaku anak-anak menuju kedewasaan, sehingga kepribadiannya tampak dinamis, belum stabil, tetapi sangat potensial untuk dibentuk.

       (Mularsih, 2010) Kepribadian siswa pada SMP sudah memliki tipe kepribadan yaitu tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Pada faktor kepribadian siswa SMP  dapat dilihat dari kemampuan, perhatian, motivasi, sikap.

  • Karakteristik Kepribadian Siswa SMA

       Kepribadian siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) berada pada fase remaja akhir yang ditandai dengan proses pematangan diri menuju kedewasaan, di mana identitas diri mulai terbentuk lebih jelas meskipun masih berkembang. Pada tahap ini, siswa telah memiliki kemampuan berpikir abstrak, logis, dan kritis sehingga mampu menganalisis berbagai persoalan serta membangun pendapat sendiri. Secara emosional, mereka cenderung lebih stabil dibandingkan fase sebelumnya, walaupun tetap sensitif terhadap tekanan sosial, hubungan pertemanan, dan tuntutan masa depan. Kemandirian juga semakin meningkat, terlihat dari kemampuan mengambil keputusan dan mulai bertanggung jawab atas pilihan hidup, termasuk dalam menentukan arah pendidikan dan karier. Pengaruh teman sebaya masih ada, tetapi lebih selektif karena siswa mulai memilih lingkungan yang sesuai dengan nilai dan tujuan pribadinya.

  • Pentingnya Guru Memahami Kepribadian Siswa

Guru Memahami kepribadian siswa merupakan hal yang sangat penting bagi guru karena hal ini menentukan keberhasilan proses pembelajaran yang lebih efektif, tepat sasaran, dan bermakna. Setiap siswa memiliki karakter, cara belajar, kondisi emosional, serta latar belakang yang berbeda, sehingga guru perlu menyesuaikan metode dan strategi pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Dengan pemahaman tersebut, guru dapat menciptakan suasana kelas yang positif, aman, dan nyaman, sehingga siswa merasa dihargai, lebih percaya diri, dan termotivasi untuk belajar.

Pentingnya guru memahami kepribadian siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA terletak pada perbedaan tahap perkembangan yang membutuhkan pendekatan berbeda. Pada SD, siswa masih dalam tahap pembentukan karakter sehingga perlu bimbingan dan keteladanan; pada SMP, siswa mengalami masa remaja awal yang labil dan mudah terpengaruh sehingga memerlukan arahan dan dukungan sedangkan pada SMA, siswa mulai lebih matang, mandiri, dan berorientasi masa depan sehingga guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator. Dengan memahami hal ini, guru dapat menyesuaikan pembelajaran dan mendukung perkembangan siswa secara optimal.

  • Penerapan dan Pembelajaran PAK

    Penerapan Pendidikan Agama Kristen (PAK) di lingkungan sekolah memerlukan landasan teologis yang kokoh sekaligus pendekatan pedagogis yang sistematis. Pembelajaran di sekolah Kristen harus mengintegrasikan iman Kristen ke dalam setiap aspek kurikulum secara menyeluruh. Guru PAK di sekolah bertanggung jawab merancang pengalaman belajar yang tidak hanya mencerdaskan akal budi, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik secara holistik. Landasan ini menjadi titik tolak bagi penerapan PAK yang disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik pada setiap jenjang pendidikan formal.

      Pada jenjang SD, pembelajaran berfokus pada pembentukan dasar iman melalui pendekatan konkret dana naratif seperti bercerita Alkitab, bernyanyi dan aktivitas kreatif yang menyenangkan. Pada jenjang SMP, PAK menekankan pencarian identitas iman dengan pendekatan relasional dan eksploratif melalui diskusi, studi kasus, dan pendampingan, sehingga siswa dapat memahami dan menguji imannya secara pribadi.

Pada jenjang SMA pembelajaran diarahkan pada pendekatan kritis untuk penguatan iman, seperti analisis isu, integrasi iman dengan kehidupan serta masa depan, Dengan demikian, setiap jenjang memiliki fokus dan metode yang berbeda sesuai tahap perkembangan siswa, namun tetap bertujuan membentuk iman yang bertumbuh dan terintegrasi dalam kehidupan.

  • Kesimpulan

   Secara keseluruhan, kepribadian siswa merupakan faktor yang sangat penting karena berpengaruh terhadap proses pembelajaran, hubungan sosial, serta perkembangan diri peserta didik di setiap tingkat pendidikan. Setiap jenjang SD, SMP, dan SMA menunjukkan karakteristik kepribadian yang berbeda sesuai dengan tahap perkembangan usia, mulai dari pembentukan dasar, proses pencarian jati diri, hingga tahap pematangan kepribadian. Oleh sebab itu, guru perlu memahami perbedaan dan keunikan kepribadian setiap siswa agar dapat memilih pendekatan, metode, dan strategi pembelajaran yang sesuai.

      Pemahaman yang berperan dalam menciptakan suasana belajar yang efektif, nyaman, dan menyenangkan, sekaligus membantu mengembangkan karakter, emosi, serta kemampuan berpikir siswa secara maksimal. Dalam konteks Pendidikan Agama Kristen (PAK), pelaksanaan pembelajaran juga harus disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik, sehingga iman, karakter, dan spiritualitas mereka dapat berkembang secara menyeluruh dan terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Ciherang, D. I. D., Cianjur, K., Barat, J., Basaria, D., Fahlevi, R., Margaretha, J., & Esti, P. (2025). GAMBARAN KEPRIBADIAN SISWA SEKOLAH DASAR Latar Belakang Perkembangan kepribadian anak usia sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter , pola pikir , serta perilaku sosial yang akan berlanjut hingga masa remaja pendekatan pembelajar. 18(2), 20–29.

Mularsih, H. (2010). Instructional Strategies, Personality Types and the Outcome of Junior High School Students on Learning Bahasa Indonesia. Makara Human Behavior Studies in Asia, 14(1), 65. https://doi.org/10.7454/mssh.v14i1.226

Septianti, N. (2020). PENTINGNYA MEMAHAMI KARAKTERISTIK SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN CIKOKOL 2 Nevi. 2, 7–17.